DPRD Sumsel Gelar Paripurna LKPJ 2025, Bahas Evaluasi dan Tantangan Pembangunan Daerah


Palembang – DPRD Provinsi Sumatera Selatan mengadakan Rapat Paripurna ke-33 dengan agenda penyampaian pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, pembentukan panitia khusus (pansus), serta laporan sementara hasil kerja pansus DPRD Sumsel.

Sidang paripurna yang berlangsung pada Senin (30/03/2026) itu dipimpin Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie dan dihadiri unsur pimpinan DPRD, anggota dewan, serta jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam penyampaian laporan, Gubernur Sumatera Selatan menjelaskan bahwa kondisi pembangunan daerah sepanjang tahun 2025 menunjukkan perkembangan yang cukup positif. Pertumbuhan ekonomi Sumsel tercatat mencapai 5,33 persen atau berada di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,11 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, indikator pembangunan lainnya juga menunjukkan capaian yang baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sumsel disebut menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia, sementara tingkat pengangguran terbuka berhasil ditekan hingga berada pada angka 3,89 persen selama tahun 2025.

Menurut gubernur, berbagai pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen pemerintah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah. Ia juga menilai capaian itu harus menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembangunan pada tahun-tahun berikutnya.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan masih menghadapi sejumlah tantangan pada tahun 2026. Beberapa di antaranya meliputi upaya penurunan angka kemiskinan dan stunting, pemerataan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan daya saing daerah, hingga langkah mitigasi bencana pada wilayah rawan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Sumsel menyatakan komitmennya melanjutkan berbagai program strategis daerah, seperti pembangunan New Palembang Port, penguatan Program Sumsel Berkat, pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, serta pengembangan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) dan program food estate.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan memprioritaskan peningkatan produksi sektor pertanian, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan, penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat, perluasan akses internet desa, serta penguatan konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan.

Pada sektor sosial dan budaya, Pemprov Sumsel turut menaruh perhatian terhadap penguatan toleransi antarumat beragama, pembangunan taman seni budaya, serta pelestarian aksara ulu sebagai bagian dari identitas budaya lokal.

Menutup pemaparannya, gubernur menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menerapkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional atau good and clean government sebagai dasar dalam mewujudkan pembangunan Sumatera Selatan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama